• Sistem Bagi Hasil untuk Usaha Kecil Agar Bisa Raup Keuntungan Maksimal

    Sistem bagi hasil untuk usaha kecil – Menjalankan sebuah bisnis tentu membutuhkan dana atau modal sebagai pelicin awal usaha. Terkadang, dana inilah yang menjadi salah salah satu kendala bagi orang yang ingin menjalankan bisnis.

    Sebenarnya, dana tak hanya bisa Anda dapatkan dari tabungan atau hasil pinjaman saja. Anda yang memiliki dana minim, bisa memanfaatkan sistem bagi hasil sebagai salah satu solusi terbaik untuk membangun atau bahkan mengembangkan bisnis Anda tersebut. Sistem bagi hasil untuk usaha kecil  ini memang kerap diterapkan oleh pelaku bisnis yang terkendala dengan dana.

    Mengenal Sistem Bagi Hasil untuk Usaha kecil

    Para pelaku usaha kecil yang terkendala dengan dana/ modal usaha bisa mempertimbangkan opsi ini. Diharapkan dengan adanya kerjasama yang baik antara pemodal dan pengusaha kecil akan saling menguntungkan kedua belah pihak.
     
    Perlu kita ketahui bahwa dalam usaha kerjasama bagi hasil, ada tiga jenis mitra bisnis yang terlibat dimana masing-masing orang mendapatkan porsi keuntungan yang berbeda satu dengan yang lain.
     
    Berikut ulasannya:
     

    1. Pemberi Modal dan Rekan Kerja

    Dalam sistem bagi hasil untuk usaha kecil, Anda akan menemui orang yang berperan sebagai pemberi modal namun juga sekaligus sebagai rekan kerja atau karyawan aktif. Jika ada orang di posisi ini, maka ia akan mendapatkan dua pendapatan.
     
    Pertama gaji sebagai rekan kerja aktif atau karyawan. Gaji bisa dibayarkan di awal atau akhir bulan, seperti karyawan kantor kebanyakan. Sedangkan sebagai pemberi modal, ia juga akan mendapatkan dividen.
     
    Dividen sendiri merupakan keuntungan bersih yang diperoleh setelah memotong pendapatan dengan berbagai biaya seperti bisaya investasi tahun depan serta biaya operasional. Berbeda dengan gaji, dividen ini biasanya dihitung per tahun.
     
    Untuk pembagiannya, disesuaikan dengan persentase modal yang sudah ditanamkan oleh masing-masing pemberi modal di awal pendirian usaha atau bisnis.
     

    2. Pemberi Modal dalam Bentuk Saham

    Pemberi modal dalam bentuk saham biasanya tak ikut serta dalam mengurus usaha yang akan dijalankan. Mitra bisnis ini bisa disebut sebagai investor.
     
    Bagi hasil yang didapat oleh investor dalam kerjasama ini hanya berupa dividen dan tidak didasarkan pada kepemilikan modal. Sebelum memulai bisnis atau usaha kerjasama bagi hasil, kedua belah pihak akan melakukan kesepakatan terlebih dahulu, termasuk membahas persentase bagi hasil yang disepakati.
     
    Apakah menggunakan 50:50 atau 40:60 untuk pemilik modal. Dalam Islam, sistem bagi hasil untuk usaha kecil jenis ini disebut dengan mudharabah.
     

    3. Pemberi Modal dalam Bentuk Hutang

    Sistem bagi hasil yang satu ini hampir sama dengan investor yang sudah dijelaskan di poin pertama tadi. Bedanya, pemberi modal memberikan modalnya dalam bentuk hutang.
     
    Karena berupa hutang, tentu saja dalam perhitungan akan ada pokok hutang, bunga dan juga jatuh tempo. Sebutan untuk mitra bisnis ini adalah kreditur. Satu hal lagi yang membedakannya dengan investor yaitu, bila usaha yang dijalankan mengalami kegagalan maka kreditur tidak akan menanggung resiko tersebut.
     
    Pembagian keuntungan sendiri dilakukan dengan membayar pokok hutang beserta bungan di waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Besar bunga juga sudah ditetapkan atau disepekati sebelumnya. Karena bersifat hutang dan sudah melalui kesepakatan, jika pembayaran telah melewati masa jatuh tempo, maka bunga juga akan bertambah.
     
    Dalam sistem bagi hasil untuk usaha kecil yang satu ini, Anda harus lebih berhati-hati dan teliti dalam melakukan kesepakatan dan memilih kreditur. Hal ini penting untuk dilakukan karena akan menentukan kelanjutan usaha yang dijalankan. Anda dan mitra bisnis harus sama-sama merasa diuntungkan oleh adanya kesepakatan tersebut.
     
    Pilar Perjanjian Usaha Sistem Bagi Hasil
    Sebagai tambahan, sebelum membuka suatu usaha, Anda dan mitra bisnis juga harus mengetahui pokok atau pilar perjanjian usaha sistem bagi hasil. Dalam pelaksanaannya, setidaknya ada 4 pilar utama yang harus diketahui, diantaranya yaitu;
     
    1. Adanya kerjasama modal, dimana ada yang bersifat mudharabah (investor menyediakan keseluruhan modal atau 100%) dan musyarakah (kedua belah phak saling menyetor modal untuk kegiatan usaha yang akan dilakukan)
     
    2. Terdapat kegiatan usaha, dimana kedua belah pihak harus saling memastikan sistem bagi hasil untuk usaha kecil yang dilakukan benar-benar disalurkan untuk kegiatan usaha yang disepakati dalam perjanjian
     
    3. Memiliki batasan waktu pembagian keuntungan bagi para pihak yang terkait
     
    4. Ada kesepakatan pembagian keuntungan yang bisa menerapkan salah satu prinsip dari dua yang ada, yaitu bagi untung (profit sharing) dan bagi hasil (revenue sharing).
     
    Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan persiapkan sebelum memulai sistem bagi hasil untuk usaha kecil. Sistem ini akan sangat membantu Anda dalam memulai bisnis, terlebih jika dana yang Anda miliki sangat terbatas. Dengan bermitra, maka kedua belah pihak akan sama-sama diuntungkan.

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • 5+ Kesalahan yang Dapat Merusak Karir Anda, Jangan Dilakukan

    Kesalahan yang Bisa Merusak Karir – Sebagai seorang karyawan yang sedang meniti karir, hendaknya Anda harus bersikap selalu berhati-hati. Jangan sampai Anda membuat kesalahan fatal yang kemudian berakibat buruk pada perjalanan karir Anda.

    Pada umumnya, yang sering kita perhatikan adalah kesalahan yang berhubungan dengan pekerjaan dan tugas kantor. Jarang kita memperhatikan kesalahan-kesalahan pribadi kita yang kita lakukan.

    Memang tidak berhubungan langsung, namun ada beberapa kesalahan pribadi yang bisa sangat berpengaruh dan bahkan bisa merusak karir atau promosi Anda lho.

    Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang bisa merusak karir yang biasanya tak kita sadari yang berpotensi mengganggu promosi Anda.

    1. Sering Menggunakan Sapaan Informal Tanda Anda Kurang Profesional

    Harus Anda perhatikan betul ini, karena ini sangat sering terjadi. Meski misalanya Anda sudah begitu akrab dengan teman kerja Anda, usahakan tetap menjadi profesional.
     
    Apalagi jika Anda sedang menghadapi klien, sangat dianjurkan untuk tetap menyapa rekan kerja atau tim kerja dengan sapaan formal. Kecuali Anda sedang tidak bekerja, atau di luar kantor, Anda bisa bebas dalam menyapa rekan atau sahabat Anda.
     
    Ternyata ini sangat berpengaruh terhadap pandangan orang lain terhadap attitude Anda. Dan, perusahaan pun tentu akan melihat Anda sebagai seorang yang tidak profesional dalam mengerjakan tugas jika melakukan hal ini.
     

    2. Cepat Puas Setelah Menyelesaikan Satu Pekerjaan

    Anda boleh puas karena bisa menyelesaikan satu proyek misalnya. Namun jangan sampai keadaan tersebut membuat Anda terlena. Karena bagaimanapun juga, tugas yang lain dan mungkin lebih besar siap menunggu Anda.
     
    Apapun prestasi yang sudah Anda capai, jangan cepat puas. Merayakan keberhasilan tidak dilarang, namun ketika Anda terlalu berlebihan, maka akan menjadi masalah pada karir Anda.
     
    Perayaan yang berlebihan bisa jadi akan membuat Anda terlena dan justru kemudian melupakan tugas Anda yang lain sehingga menjadi terbengkalai. Ketika sudah selesai dengan tugas yang satu, maka segera persiapkan untuk tugas yang lainnya. Atau istirahat barang sejenak, baru kemudian melanjutkan tugas yang lainnya.
     

    3. Meremehkan Reputasi Diri Sendiri Bikin Karir Mandek

    Ini semacam penyakit kronis yang sering diderita oleh banyak orang. Sering kali kita meremehkan kemampuan diri sendiri, padahal masing-masing individu memiliki kelebihan dan kemampuan yang tidak dimiliki orang lain.
     
    Ketika Anda mulai meremehkan diri sendiri, maka Anda akan tenggelam, bukan oleh orang lain, melainkan oleh diri Anda sendiri. Apapun posisi Anda saat ini, terima saja semuanya dengan rasa syukur.
     
    Jangan mengeluh apalagi menyesalinya. Akan lebih baik jika energi sesal Anda digunakan untuk memotivasi diri sendiri agar lebih semangat lagi dalam menggapai karir.
     

    4. Kesalahan yang Bisa Merusak Karir ketika Kurang Rapi

    Meski ini berhubungan dengan sifat seseorang, namun ini juga sangat berpengaruh terhadap karir Anda. Ketika Anda membiarkan meja kerja di kantor berantakan, tidak pernah rapi, maka ini akan mempengaruhi penilaian kepada Anda.
     
    Anda akan dianggap sebagai orang yang berantakan, dan, tak jarang juga akan dianggap berantakan juga pekerjaannya. Perilaku atau kebiasaan buruk ini sebaiknya segera Anda benahi sedikit demi sedikit agar perjalanan karir Anda lancar tanpa hambatan.
     
    Mulailah dari yang kecil-kecil saja, rapikan file-file Anda di meja kerja. Sediakan wadah khusus untuk menaruh barang-barang seperti bolpoin, kertas catatan, mapun barang-barang yang lainnya. Ini untuk memudahkan Anda mencarinya ketika sewaktu-waktu membutuhkan.
     

    5. Terlalu Sering Mengumbar Masalah Pribadi

    Percaya atau tidak, hal ini ternyata juga bisa mempengaruhi perjalanan karir Anda di kantor. Kenapa, karena jika setiap saat yang Anda lakukan di kantor hanya menceritakan diri sendiri saja, maka Anda akan terlihat tidak profesional.
     
    Bukan saja di mata teman kerja, namun atasan dan perusahaan Anda pun tentunya juga demikian. Jika memang ingin menyampaikan masalah pribadi, bicarakan yang umum saja dan jangan dilakukan setiap hari. Karena masalah pribadi seharusnya diselesaikan secara pribadi juga.
     
    Jangan biarkan diri Anda tidak profesional hanya karena membicarakan masalah pribadi seperti ini. Ingat, Anda adalah seorang karyawan yang selalu dituntut untuk bekerja secara profesional oleh perusahaan.
     

    6. Perilaku Negatif di Media Sosial Bisa Merusak Karir

    Media sosial (Facebook, Twitter, dan lainnyay) seringkali digunakan dengan cara yang salah, termasuk mereka para pekerja ataupun yang sedang mencari lowongan pekerjaan. Kebiasaan mengeluh, memposting status dan komentar negatif, mengirim foto yang tidak baik, dan kegiatan negatif lainnya, semua ini bisa merusak karir Anda.
     
    Mungkin Anda tidak terhubung dengan atasan atau rekruter di media sosial, tapi jejak digital pasti mudah ditemukan. Dan bila selama ini Anda sering memposting hal-hal yang buruk di media sosial, sebaiknya hentikan dan hapus karena bisa berpengaruh pada karir Anda.
     

    7. Tidak Mengetahui Peraturan Perusahaan

    Ini adalah kesalahan yang bisa merusak karir dengan tiba-tiba, bagaimana mungkin kita bekerja di sebuah perusahaan tapi tidak tahu peraturan di perusahaan tersebut. Pastikan Anda mengetahui dan mengikuti peraturan perusahaan tempat Anda bekerja, apalagi sekarang ini banyak perusahaan memperhatikan akun media sosial karyawan mereka.
     
    Karyawan adalah ‘wajah’ dari perusahaan tempat Anda bekerja. Ketika karyawan melakukan hal baik atau buruk yang membawa nama perusahaan maka hal tersebut akan berpengaruh pada reputasi tempat kerja Anda.

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • 5 Kesalahan Sepele yang Bisa Membuat Karyawan Dipecat, Hati-Hati

    Kesalahan yang Bisa Membuat Karyawan Dipecat – Dalam membangun sebuah karir, Anda terus dituntut untuk selalu bekerja maksimal. Selain itu, Anda juga tidak boleh melakukan kesalahan, baik kesalahan berat maupun ringan.


    Ada baiknya jika Anda selalu memperhatikan dan waspada dengan kesalahan yang Anda lakukan baik disengaja atau tidak. Yang sering terjadi adalah bahwa kita cenderung menganggap remeh kesalahan-kesalahan ringan dan sepele yang kita lakukan di kantor.

    Padahal kesalahan sepele tersebut bisa juga berakibat pada pemecatan. Ada beberapa kesalahan yang bisa membuat karyawan dipecat seperti di bawah ini:

    1. Terlalu Agresif dalam Berinisiatif

    Karyawan yang aktif dalam berinisiatif tentu sangat diharapkan oleh perusahaan. Ada banyak poin plus yang Anda dapatkan ketika Anda menjadi orang yang penuh dengan inisiatif.
     
    Namun kita harus ingat, jangan juga terlalu agresif dan kebablasan dalam berinisiatif dan bahkan sampai mengganggu pekerjaan dan tugas Anda sendiri. Atau justru bisa jadi membuat hubungan Anda dengan teman yang lain menjadi buruk lantaran Anda terlalu bersemangat memberikan masukan atau ide pada tugas teman Anda.
     
    Batasannya adalah, Anda diperkenankan berinisiatif pada apa yang menjadi tanggung jawab Anda sendiri. Terkecuali jika Anda misalnya ditanya oleh atasan mengenai tugas lain, baru Anda boleh berinisiatif.
     

    2. Terlalu Banyak Bicara Politik

    Tak bisa dipungkiri, topik pembicaraan mengenai politik selalu menarik untuk dibahas. Namun perlu Anda pahami bahwa terlalu sering membicarakan politik di perusahaan merupakan kesalahan yang bisa membuat karyawan dipecat dan berbahaya untuk karir Anda.
     
    Anda boleh berbicara politik, namun sebatas bahasan yang umum-umum saja. Jangan sampai Anda masuk terlalu dalam, karena sering kali kita memiliki pandangan yang berbeda tentang politik yang biasanya kemudian akan berujung pada perdebatan.
     
    Bukan saja akan berpengaruh pada karir Anda, politik juga bisa mempengaruhi hubungan sosial antar personal. Nah, hal inilah yang harus Anda hindari, biarkan politik dibahas di tempat yang tepat saja, tidak di tempat kerja Anda.
     

    3. Terlalu Sering Beralasan

    Sering kah kita beralasan saat menjalankan tugas, jika iya, maka segeralah memperbaiki diri. Jangan sampai Anda menjadi seorang pecundang yang selalu bersebunyi dibalik alasan.
     
    Apalagi terkait dengan tugas di kantor, jika Anda terlalu sering beralasan, maka Anda akan dipandang sebagai seorang yang lemah yang enggan berusaha lebih dalam pekerjaan. Jika memang Anda merasa terlalu sulit menjalankan tugas dari kantor, ada baiknya Anda minta bantuan pada teman kerja Anda.
     
    Atau bisa juga Anda meminta petunjuk pada atasan Anda. Intinya adalah, alasan hanya akan menampakkan Anda adalah seorang yang tidak memiliki dedikasi dan integritas dalam bekerja.
     

    4. Sok Memiliki Kewenangan

    Ok, Anda saat ini mungkin memiliki jabatan yang strategis di perusahaan. Namun Anda juga perlu tetap menjaga hubungan baik dengan kolega Anda, Anda harus tetap menghargai teman Anda yang lain.
     
    Anda tidak bisa berlaku semau gue hanya karena Anda merasa memiliki jabatan yang lebih tinggi dibanding yang lain. Setiap jabatan di perusahaan tentu memiliki batasan dalam kewenangannya.
     
    Ketika Anda menjadi orang yang sok berkuasa, dan sering menyalahgunakan kewenangan, maka bukan saja teman Anda yang membenci Anda. Perusahaan pun lama-lama juga akan memperhatikan sikap Anda.
     
    Dan bukan tidak mungkin Anda akan terkena surat peringatan atau bahkan pemecatan. Maka dari itu, tetaplah menjadi karyawan yang rendah hati meski memiliki jabatan yang tinggi.
     

    5. Mengumbar Janji Tapi Tak Ditepati

    Anda harus waspada terhadap hal ini, terutama bagi karyawan yang baru. Pada umumnya, perusahaan akan memberikan target pada karyawan baru mengenai apa yang dicapai.
     
    Nah, sering kita terjebak di situ, kita tidak mampu mencapainya namun karena masih baru, kita mengiyakan apa yang ditargetkan perusahaan. Dan pada akhirnya kita pun tak mampu mencapainya.
     
    Sekali dua kali mungkin tidak apa-apa, namun jika Anda melakukannya berkali-kali, maka itu adalah catatan buruk untuk Anda. Jika memang dirasa tidak mampu, sebaiknya sampaikan dengan jujur. Atau Anda setidaknya bisa meminta waktu yang cukup untuk mendiskusikannya dengan rekan kerja atau tim kerja Anda yang lain.

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • Anda Ingin Alih Profesi, Sebaiknya Pertimbangkan 5 Hal Ini

    Apakah Anda ingin beralih profesi? Dalam membangun karir pada profesi tertentu, kadang memang tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak masalah yang sering menghalangi kita mencapai puncak karir dari profesi itu sendiri.

    Tak jarang berbagai masalah yang muncul tersebut memaksa kita untuk berganti profesi. Ganti profesi tidak sama dengan pindah kerja, ganti profesi misalnya adalah jika pada awalnya kita bekerja sebagai seorang karyawan, kemudian kita ganti profesi menjadi seorang pedagang, dan lain sebagainya.

    Jika Anda termasuk yang ingin beralih profesi, maka ada beberapa hal penting yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan tersebut, agar tidak menyesal kemudian.

    1. Ingin Beralih Profesi? Pertimbangkan Usia Anda

    Tentu usia menjadi pertimbangan yang perlu Anda kaji lebih dalam lagi. Apakah usia Anda saat ini masih produktif, atau justru sebaliknya, usia Anda sudah uzur dan sulit berkembang.
     
    Idealnya untuk alih profesi adalah ketika usia kita masih muda dan produktif. Usia di bawah 30 tahun sejauh ini dianggap masih berpeluang untuk berkembang. Usia di atas 30 tahun sangat tidak disarankan untuk alih profesi di sektor formal, karena tidak sesuai dengan standar usia yang ditentukan perusahaan.
     
    Namun demikian, saat ini ada banyak jenis profesi yang tidak mempermasalahkan usia. Apalagi jika Anda mencoba membangun karir di dunia freelance, maka usia adalah nomor sekian, yang terpenting adalah skill Anda.
     

    2. Pertimbangkan Modal Anda jika Ingin Beralih Profesi

    Bukan saja ketika Anda ingin beralih profesi berbisnis atau berdagang yang membutuhkan modal. Namun profesi lainnya juga memerlukan modal, bukan modal finansial, Anda perlu memiliki skill dan ilmu yang cukup untuk menggeluti profesi baru Anda.
     
    Tentu bukan Anda saja yang akan bertarung untuk profesi yang Anda tuju, ada banyak kompetitor lainnya. Untuk bisa bersaing dengan mereka, Anda perlu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Jika Anda memutuskan beralih profesi dengan modal yang Anda miliki tidak cukup, maka Anda akan menemui kesulitan dalam memasarkan diri Anda.
     
    Ditambah lagi usia yang terus bertambah, maka semakin lama Anda akan tergilas oleh roda zaman yang semakin cepat berputar.
     

    3. Relasi dan Koneksi yang Luas

    Alih profesi baru tak cukup hanya memiliki kemauan yang keras. Anda juga memerlukan jaringan dan koneksi yang luas untuk mempermudah proses transisi Anda menuju ke profesi baru. Mungkin selama ini, Anda selalu menerima berbagai informasi dari rekan kerja yang memiliki profesi sama.
     
    Kini, Anda sangat memerlukan banyak informasi mengenai profesi baru yang tentunya bisa Anda dapatkan jika Anda memiliki jaringan yang luas. Anda bisa memanfaatkan media sosial baik media sosial yang berbasis karir atau media sosial umum.
     
    Dengan media sosial, Anda bisa menggunakannya untuk meningkatkan hubungan Anda untuk membangun sebuah networking.
     

    4. Anda Harus Yakin jika Ingin Beralih Profesi

    Ini penting untuk Anda pahami, karena beralih prosfesi itu adalah kebijakan yang cukup berat. Anda perlu meyakinkan diri Anda untuk benar-benar bisa menjalani profesi yang baru.
     
    Kenapa demikian, ketika Anda nantinya benar-benar beralih profesi, maka lingkungan Anda pasti akan banyak bertanya pada Anda. Keluarga, teman, atau orang lain, tentu akan banyak yang meragukan keputusan Anda.
     
    Jika Anda tidak bisa meyakinkan diri Anda sendiri, bagaimana Anda bisa meyakinkan mereka, meski Anda pun sebenarnya juga tidak butuh keyakinan mereka. Selain itu, jika Anda tidak benar-benar yakin akan keputusan Anda, maka ketika beralih profesi yang baru bukan kesuksesan yang Anda dapatkan, melainkan hanya kegagalan berikutnya.
     

    5. Alih Profesi Butuh Keberanian dan Siap Ambil Resiko

    Alih profesi berarti Anda harus siap dan berani mengambil resiko, apapun itu. Resiko pertama adalah tentu saja menghadapi lingkungan yang menanyakan keputusan Anda.
     
    Selanjutnya adalah kemungkinan akan sulitnya Anda mendapatkan profesi dan pekerjaan baru yang Anda inginkan karena Anda harus bersaing dengan orang lain yang mungkin saja sudah memiliki pengalaman pada bidang tersebut.
     
    Belum lagi dengan gaji, dengan karir yang masih mulai, maka gaji pun jangan berharap bisa langsung tinggi, Anda harus memahami akan hal itu. Masih ada berbagai reskio lain yang mungkin akan Anda hadapi, namun dengan keyakinan yang Anda miliki, maka jangan khawatir. Jadikan resiko tersebut sebagai tantangan pada diri Anda untuk mencapai seseuatu yang lebih membahagiakan.
     
    Jadi, ketika Anda ingin beralih profesi sebaiknya pikirkan dulu baik-baik. Berganti profesi itu bukan hal yang sederhana, misalnya dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha. Mungkin kata-kata motivator ‘memprovokasi’ Anda untuk segera meninggalkan dunia kerja dan menjadi pengusaha, tapi ingat bahwa semua itu ada resikonya.

    Lire la suite...


    votre commentaire
  • Daftar Negara Asing Pemodal Utama di Indonesia, Siapa Saja?

    Kita tidak bisa dipungkiri bahwa modal asing sangat dibutuhkan di Indonesia. Kalau negeri ini hanya mengandalkan pemodal dari dalam negeri saja, sektor-sektor penting seperti infrastruktur, properti, hingga pariwisata tidak akan berkembang dengan baik. Dampaknya, perekonomian negeri ini tidak bisa berjalan dengan lancar.

    Selama beberapa tahun terakhir, modal asing yang masuk ke Indonesia mulai dipermudah. Bahkan pemerintah Indonesia mengundang mereka datang ke acara Indonesia Investment. Presiden Joko Widodo gencar menarik modal asing agar pembangunan negeri ini bisa berjalan dengan cepat.

    Nah, dari puluhan pemodal asing yang datang ke Indonesia, ada negara yang menjadi TOP 5. Pemodal dari negara ini mau menggelontorkan uang yang banyak di berbagai sektor penting di Indonesia. Inilah lima negara pemasok modal di Indonesia.

    1. Negara Singapura

    Kecil-kecil cabai rawit, meski wilayah Singapura tidak ada apa-apanya dari Indonesia, tercatat negeri ini paling banyak menginvestasikan modalnya. Bahkan negara sebesar Tiongkok saja nilai investasinya kalah jauh ketimbang Singapura yang secara ekonomi dan pemerintahan terbaik di Asia Tenggara.
     
    Singapura menanamkan modalnya di beberapa industri seperti kertas dan percetakan, kimia dan farmasi, elektronika, permesinan, logam, dan makanan. Sektor yang disasar oleh pemodal singapura biasanya yang paling dekat dengan masyarakat Indonesia. Pada tahun 2016, tercatat 1.933 proyek dengan total investasi sebesar USD5,16 miliar.
     

    2. Negara Jepang

    Jepang menjadi negara kedua yang paling banyak menanamkan modal di Indonesia dengan total selama 6 tahun sekitar USD19,7 miliar. Setiap tahun, nilai investasi Jepang di Indonesia terus meningkat sehingga pemerintah Indonesia tidak segan melakukan kerja sama besar-besaran dan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah Negeri Sakura.
     
    Investasi Jepang yang ada di Indonesia biasanya menyasar bidang infrastruktur seperti pembangunan jalan tol. Selanjutnya di bidang jasa dan yang terakhir adalah manufaktur. Tercatat hingga tahun 2017 ada 1.750 perusahaan Jepang di Indonesia. Perusahaan ini menggunakan teknologi terbaru dan menyedot puluhan ribu lapangan pekerjaan di Indonesia.
     

    3. Negara Hong Kong

    Setelah Jepang, Hong Kong menempati tempat ketiga sebagai pemodal asing terbesar di Indonesia. Sepanjang tahun 2016 saja, investor dari negeri ini menggelontorkan uang hingga USD2,25 miliar. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah pada 2017 setelah iklim investasi di negeri ini semakin membaik dan menjanjikan.
     
    Salah satu investor terbesar dari Hong Kong adalah CK Hutchison Holdings Limited. Perusahaan besar yang tercatat di bursa efek Hong Kong ini akan membangun infrastruktur di Indonesia. Perusahaan ini memandang kalau infrastruktur di negeri ini masih perlu ditingkatkan hingga cocok untuk lahan investasi.
     

    4. Negara Tiongkok

    Sebenarnya Tiongkok berencana melakukan investasi sebesar USD52,7, namun hingga tahun 2016 investasi yang dikucurkan hanya USD1,01 miliar. Kalau nilai investasi yang dilakukan Negeri Tirai Bambu ini terus ditingkatkan, bukan tidak mungkin akan masuk TOP3 dan bersaing ketat dengan Jepang dan Singapura.
     
    Selama beberapa tahun mengucurkan dana di Indonesia, investor dari Tiongkok berhasil membangun beberapa mega proyek. Yang paling terkenal dan cukup fenomenal adalah Jembatan Suramadu yang menjadi ikon Jawa Timur. Selanjutnya ada pembangunan PLTU Batubara yang menyumbang 2x150MW energi. Terakhir, investor dari Tiongkok juga membangun industri kelapa sawit dan juga mengolah baja.
     
    Di atas tadi adalah empat negara yang banyak melakukan investasi di Indonesia. Semoga ke depannya Pemerintah Indonesia terus mengadakan acara Indonesia Investment dan mengundang investor besar dari berbagai negara di dunia.

    Lire la suite...


    votre commentaire



    Suivre le flux RSS des articles
    Suivre le flux RSS des commentaires