• Anda Ingin Alih Profesi, Sebaiknya Pertimbangkan 5 Hal Ini

    Anda Ingin Alih Profesi, Sebaiknya Pertimbangkan 5 Hal Ini

    Apakah Anda ingin beralih profesi? Dalam membangun karir pada profesi tertentu, kadang memang tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak masalah yang sering menghalangi kita mencapai puncak karir dari profesi itu sendiri.

    Tak jarang berbagai masalah yang muncul tersebut memaksa kita untuk berganti profesi. Ganti profesi tidak sama dengan pindah kerja, ganti profesi misalnya adalah jika pada awalnya kita bekerja sebagai seorang karyawan, kemudian kita ganti profesi menjadi seorang pedagang, dan lain sebagainya.

    Jika Anda termasuk yang ingin beralih profesi, maka ada beberapa hal penting yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan tersebut, agar tidak menyesal kemudian.

    1. Ingin Beralih Profesi? Pertimbangkan Usia Anda

    Tentu usia menjadi pertimbangan yang perlu Anda kaji lebih dalam lagi. Apakah usia Anda saat ini masih produktif, atau justru sebaliknya, usia Anda sudah uzur dan sulit berkembang.
     
    Idealnya untuk alih profesi adalah ketika usia kita masih muda dan produktif. Usia di bawah 30 tahun sejauh ini dianggap masih berpeluang untuk berkembang. Usia di atas 30 tahun sangat tidak disarankan untuk alih profesi di sektor formal, karena tidak sesuai dengan standar usia yang ditentukan perusahaan.
     
    Namun demikian, saat ini ada banyak jenis profesi yang tidak mempermasalahkan usia. Apalagi jika Anda mencoba membangun karir di dunia freelance, maka usia adalah nomor sekian, yang terpenting adalah skill Anda.
     

    2. Pertimbangkan Modal Anda jika Ingin Beralih Profesi

    Bukan saja ketika Anda ingin beralih profesi berbisnis atau berdagang yang membutuhkan modal. Namun profesi lainnya juga memerlukan modal, bukan modal finansial, Anda perlu memiliki skill dan ilmu yang cukup untuk menggeluti profesi baru Anda.
     
    Tentu bukan Anda saja yang akan bertarung untuk profesi yang Anda tuju, ada banyak kompetitor lainnya. Untuk bisa bersaing dengan mereka, Anda perlu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Jika Anda memutuskan beralih profesi dengan modal yang Anda miliki tidak cukup, maka Anda akan menemui kesulitan dalam memasarkan diri Anda.
     
    Ditambah lagi usia yang terus bertambah, maka semakin lama Anda akan tergilas oleh roda zaman yang semakin cepat berputar.
     

    3. Relasi dan Koneksi yang Luas

    Alih profesi baru tak cukup hanya memiliki kemauan yang keras. Anda juga memerlukan jaringan dan koneksi yang luas untuk mempermudah proses transisi Anda menuju ke profesi baru. Mungkin selama ini, Anda selalu menerima berbagai informasi dari rekan kerja yang memiliki profesi sama.
     
    Kini, Anda sangat memerlukan banyak informasi mengenai profesi baru yang tentunya bisa Anda dapatkan jika Anda memiliki jaringan yang luas. Anda bisa memanfaatkan media sosial baik media sosial yang berbasis karir atau media sosial umum.
     
    Dengan media sosial, Anda bisa menggunakannya untuk meningkatkan hubungan Anda untuk membangun sebuah networking.
     

    4. Anda Harus Yakin jika Ingin Beralih Profesi

    Ini penting untuk Anda pahami, karena beralih prosfesi itu adalah kebijakan yang cukup berat. Anda perlu meyakinkan diri Anda untuk benar-benar bisa menjalani profesi yang baru.
     
    Kenapa demikian, ketika Anda nantinya benar-benar beralih profesi, maka lingkungan Anda pasti akan banyak bertanya pada Anda. Keluarga, teman, atau orang lain, tentu akan banyak yang meragukan keputusan Anda.
     
    Jika Anda tidak bisa meyakinkan diri Anda sendiri, bagaimana Anda bisa meyakinkan mereka, meski Anda pun sebenarnya juga tidak butuh keyakinan mereka. Selain itu, jika Anda tidak benar-benar yakin akan keputusan Anda, maka ketika beralih profesi yang baru bukan kesuksesan yang Anda dapatkan, melainkan hanya kegagalan berikutnya.
     

    5. Alih Profesi Butuh Keberanian dan Siap Ambil Resiko

    Alih profesi berarti Anda harus siap dan berani mengambil resiko, apapun itu. Resiko pertama adalah tentu saja menghadapi lingkungan yang menanyakan keputusan Anda.
     
    Selanjutnya adalah kemungkinan akan sulitnya Anda mendapatkan profesi dan pekerjaan baru yang Anda inginkan karena Anda harus bersaing dengan orang lain yang mungkin saja sudah memiliki pengalaman pada bidang tersebut.
     
    Belum lagi dengan gaji, dengan karir yang masih mulai, maka gaji pun jangan berharap bisa langsung tinggi, Anda harus memahami akan hal itu. Masih ada berbagai reskio lain yang mungkin akan Anda hadapi, namun dengan keyakinan yang Anda miliki, maka jangan khawatir. Jadikan resiko tersebut sebagai tantangan pada diri Anda untuk mencapai seseuatu yang lebih membahagiakan.
     
    Jadi, ketika Anda ingin beralih profesi sebaiknya pikirkan dulu baik-baik. Berganti profesi itu bukan hal yang sederhana, misalnya dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha. Mungkin kata-kata motivator ‘memprovokasi’ Anda untuk segera meninggalkan dunia kerja dan menjadi pengusaha, tapi ingat bahwa semua itu ada resikonya.

    Tags Tags : , , , ,
  • Commentaires

    Aucun commentaire pour le moment

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Ajouter un commentaire

    Nom / Pseudo :

    E-mail (facultatif) :

    Site Web (facultatif) :

    Commentaire :